Penuh Teori Kemungkinan

oleh -
Santoso Budi Susetyo S.Sos

Oleh : Santoso Budi Susetyo S.Sos

ACAPKALI, dengan dalih demokrasi orang mudah menghakimi, menyerang langkah politik lawan yang berseberangan. Seolah yang benar adalah yang sefaham dengan dirinya. Demokrasi adalah yang memihak pilihannya. Padahal adalah bebas orang melakukan sebuah tindakan selama tidak ada norma hukum yang dilanggar dan diabaikan.

BUKAN maksud ingin menggurui, bersikap demokratislah saat anda berjuang untuk demokrasi. Agar jargon demokrasi bukan sekedar teori…

Mendekati kontestasi pilkada riuh diskusi politik kian terasa mewarnai setiap obrolan. Online maupun offline. WA group maupun warkop.

Mencari pemimpin yang layak dan mumpuni membawa perubahan. Bakal kandidat dijagokan serta dimunculkan dengan label terbaik melalui jargon dan visi yang ditawarkan. Yang pasti menggiurkan. Semua ingin berkontribusi untuk perbaikan dan kesejahteraan.

Pembelahan tidak terelakkan. Seru perdebatan diiringi dengan adu teori dan argumentasi. Suasana panas dan menegang terasa saat emosi tidak terkendali. Apalagi jika faktor like and dislike membutakan hati. Yang kerap terjadi adalah bagi yang suka “tai ayam rasa coklat” Bagi yang tidak suka “coklat rasa tai ayam”

Baca Juga :  Mencari 5 Terbaik di Masing-Masing Kecamatan Untuk PPK