Hadapi Pasca Pandemi Covid -19, Mendesak Kembangkan KPI dan KI di Blora

oleh -321 views
Djati Walujastono || Foto : Istimewa

Oleh :  Djati Walujastono

PASCA  Covid-19 nanti, masa jabatan Bupati Blora 2021-2024 merupakan masa jabatan Bupati yang terberat.   APBD sekitar Rp 75 Miliar, berikut anggaran APBN di Blora untuk kegiatan tahun 2020 dialihkan untuk  penanganan Covid-19,

Dengan kondisi itu, praktis tidak ada kegiatan yang berjalan sesuai perencanaan, dengan kata lain  Bupati masa jabatan  2015-2020 pasti tidak akan sempurna dalam menjalankan kegiatannya sesuai visi-misi, dan programnya. Kondisi ini tentu   akan berdampak dalam kegiatan Bupati Blora periode 2021-2024 mendatang.

Salah satu solusi adalah perlu segera mengembangkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI)  dan  Kawasan Industri (KI) di  Blora.

Dampak positif dengan adanya KPI dan KI dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga akan mengurangi masyarakat miskin di Kabupaten Blora. Untuk itu, masyarakat kabupaten Blora, baik pejabat eksekutif, legislatif maupun masyarakat secara umum (apapun profesinya) bersama-sama mendukung pengembangan kawasan peruntukan industri dan kawasan industri di Kabupaten Blora.

Maksud pengembangan kawasan peruntukan industri (KPI) dan kawasan industri (KI) adalah untuk mendorong pertumbuhan sektor industri agar lebih terarah, terpadu dan memberikan hasil guna lebih optimal di Kabupaten Blora.

Dengan adanya industri maka akan membuka lapangan pekerjaan untuk menyerap tenaga kerja di Kabupaten Blora. Dengan terserapnya tenaga kerja maka akan mengurangi pengangguran dan sekaligus bisa mengurangi kemiskinan di Kabuapten Blora.

Kalau hanya mengandalkan pekerjaan di sektor pertanian, kehutanan, dan migas, maka masih tetap saja kurang mencukupi untuk membuka lapangan lapangan pekerjaan di Kabupaten Blora.

Baca Juga :  Jalan Utama Putus, Warga Tiga Desa Di Jiken Terancam Terisolir