23 Nakes Terpapar Covid -19, Puskesmas Banjarejo Disterilisasi

oleh -96 views
RAZIA PROKES : Petugas gabungan dari Polsek, Satpol PP, dan Koramil Sambong, serta Satgas Covid-19, menggelar razia protokol kesehatan (prokes) di jalan raya Blora – Cepu, Minggu, (13/06/2021).
  • Pelayanan Dialihkan ke Puskesmas Tetangga

” MEMPRIHANTINKAN Menyusul ada 23 tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19, saat  ini Puskesmas Banjarejo, Blora, disterilisasi. Untuk sementara pelayanan dialihkan ke Puskesmas tetangga, yakni Ngawen dan Blora… ”

BLORA, topdetiknews.com  – Menyusul ada 23 tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19, saat  ini Puskesmas Banjarejo, Blora, disterilisasi. Untuk sementara pelayanan dialihkan ke Puskesmas tetangga, yakni Ngawen dan Blora.

Plt Kepala Dinkes Blora, Edy Widayat ketika dikonfirmasi menyatakan, penutupan sementara Puskesmas Banjarejo itu untuk keperluan sterilisasi.  ‘’Ya untuk sementara ditutup untuk kepentingan sterilisasi. Untuk sementara pelayanan dialihkan ke Puskesmas Ngawen dan Blora,’’ jelasnya, Minggu (13/6/2021).

Diketahui,  diduga ada keterkaitan dengan kluster hajatan di Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo,  sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas setempat terpapar Covid-19. Pada awalnya tercatat ada 7 orang yang terpapar, dan belakangan ada tambahan, dimana jumlah total ada 23 orang.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Sutik ketika dihubungi membenarkan jika jumlah nakes di Puskesmas Banjarejo yang terkena Covid- 19 ada 23 orang.  ‘’Ada 23, Mas jumlahnya,’’ tandasnya.

Edy Widayat mengingatkan, menyusul kasus Covid-19 di Blora masih menunjukan tren naik,  warga diimbau tetap terus melakukan protokol kesehatan dalam semua kegiatan. ‘’Kami himbau warga terus melakukan dan meningkatkan prokes dalam semua kegiatan,’’ imbuhnya.

Terkait, munculnya klaster hajatan  di Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo, dimana diketahui ada 35 warga setempat sesuai hasil swab test, terpapar Covid -19, menurut Edy Widayat, perkembangan sudah sangat positif.

Karena tidak ada gejala lanjutan, dalam waktu dekat ke -35 warga Balongsari yang terpapar tidak lagi harus menjalani isolasi mandiri.  ‘’Sudah lebih  dari 9 hari ke -35 warga itu perkembanganya positif sehingga tidak lagi menjalani isolasi mandiri,’’ tandas Edy Widayat.

Razia Prokes

Sementara itu, untuk antisipasi penularan Covid-19 di wilayah Kecamatan Sambong,  petugas gabungan dari Polsek,  Satpol PP, dan Koramil Sambong, serta Satgas Covid-19 menggelar razia protokol kesehatan di jalan raya Blora – Cepu. Razia digelar  tepatnya di depan Mapolsek Sambong, Minggu, (13/06/2021).

Dalam operasi yustisi gabungan tersebut setidaknya menjaring 18 warga yang melanggar protokol kesehatan. Para pelanggar itu  dikenakan sanksi sosial berupa kerja bakti dengan membersihkan lingkungan sekitar dengan mengenakan rompi orange bertuliskan pelanggar protokol kesehatan.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK melalui Kapolsek Sambong Iptu Rustam mengungkapkan,  pencegahan protokol kesehatan akan terus digelorakan, salah satunya melalui operasi yustisi protokol kesehatan.

“Kami bersama TNI akan terus mendukung penuh pelaksanaan operasi yustisi penegakkan protokol kesehatan untuk antisipasi Covid-19.  Tujuannya untuk menyadarkan warga agar selalu disiplin protokol kesehatan. Apalagi Covid-19 di Blora belum ada tanda-tanda mereda,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data monitoring covid-19 Kabupaten Blora, hingga Minggu  (23/6/2021) pukul  12.21  WIB, kasus covid terus bertambah, angkanya ada penambahan 92 kasus. Sehingga total hingga saat ini jumlah kasus di Blora ada  7.551 kasus, dimana 6.778 orang diantaranya dinyatakan sembuh. Korban meninggal bertambah 7 orang sehingga total ada  395 orang.

Hingga saat ini jumlah penderita yang dirawat di rumah sakit sejumlah  61 orang, sementara yang menjalani isolasi mandiri ada  317 orang. *)

Penulis : Muji
Editor : Daryanto

No More Posts Available.

No more pages to load.