Terdampak Covid -19, Puluhan Pekerja Seni Blora Adukan Nasibnya ke DPRD

oleh -11 views
SAMPAIKAN ASPIRASI : Exsy, Koordinator Lapangan aksi puluhan pekerja seni Blora saat menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Blora. || Foto : topdetiknews.com/Muji.

Penulis : Muji
Editor : Daryanto

” DENGAN merias wajah bergaya art tribal, Exsy koordinator lapangan aksi dari para puluhan seniman di Blora ke DPRD Blora, mengarahkan puluhan pekerja seni melalui megaphone, untuk menata puluhan lukisan teknis sablon cukitan, di atas tampah – tampah untuk dijajar dengan rapi di dalam ruang rapat Gedung DPRD Blora. Mereka minta agar pemerintah memperhatikan para pekerja seni yang terdampak Covid -19….”

BLORA, topdetiknews.com – Puluhan pekerja seni dan hiburan di Blora terdampak Covid -19 datangi Gedung DPRD Blora Rabu (10/06/2020) untuk adukan nasib mereka yang kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Blora (10/6).

Tampak bergabung juga dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Cepu, Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) dan FORKOM Blora Selatan.

”Kehadiran kami disini, untuk meminta wakil rakyat, agar berjuang untuk kepentingan rakyat. Karena pin, baju dan fasilitas mereka adalah dari rakyat. Saat ini kami dari para pekerja seni sedang dalam kondisi yang memprihatinkan secara ekonomi. Untuk itu kami mohon perjuangkan nasib kami,” ujar Exsy, Koordinator Lapangan aksi tersebut. Bersama Rory dari JPKP dan Seno Margo Utomo dari Geram, Exsy melakukan audiensi dengan wakil rakyatnya.

Dengan merias wajah bergaya art tribal, Exsy mengarahkan puluhan pekerja seni melalui megaphone, untuk menata puluhan lukisan teknis sablon cukitan, di atas tampah – tampah untuk dijajar dengan rapi di dalam ruang rapat Gedung DPRD Blora.

Kehadiran mereka cukup mengundang perhatian, karena merias wajah dengan art tribal, hitam putih dan salah seorang bertopeng badut, dengan setelan necis dan berdasi, serta menenteng tas hitam yang bertuliskan uang rakyat. Benar – benar menampilkan aksi teatrikal.

Selamat Datang

Baca Juga :  Heboh, Seorang Pasien Covid Yang Dirawat di Klinik Padma Melarikan Diri

Kehadiran mereka, diterima langsung oleh Ketua dan anggota Komisi D DPRD Blora dan sejumlah anggota. Yakni Ketua Komisi D, Ahmad Labib Hilmy dengan didampingi Supriedi dari Partai Demokrat, Mujoko, dan Anif Mahmudi dari PDIP. Juga Mutohar dari Partai Golkar.

” Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih atas masukan dan kritikan dari elemen masyarakat manapun, apabila kerja kami kurang maksimal dalam melayani masyarakat,” ungkap Labib.

Ketua Komisi D, Labib mengajak semua untuk bekerjasama, mendorong pelaksanaan new normal di Blora agar berjalan dengan baik. ”Berikan kami data dan kondisi lapangan, bagaimana manfaat dan resikonya, pelaksanaan new normal ini,” tambahnya.

Menurutnya dengan cara itu diharapkan tahapan pencegahan, penanganan dan pemulihan dari dampak Covid, baik kesehatan maupun ekonomi, bisa berjalan dengan baik.

Di kesempatan itu Exsy mengusulkan perlunya dibentuk Dewan Kesenian Blora, untuk mewadahi para seniman dan pekerja seni di Blora. Baik itu para penari tayub, pemain ketoprak, barongan, pemusik, pelukis dan pematung, atau seni visual teatrikal drama dan film yang ada di Blora.

”Berikan mereka satu tempat yang representatif untuk mengekspresikan seni dan budaya, bersatu dalam satu kawasan taman seni dan budaya, demi mengembangkan ekonomi kreatif, normal baru, harus benar normal baru, untuk kemajuan ekonomi kreatif, masyarakat seni di Blora,” papar Exsy yang aktivis pembela pekerja buruh migran dan telah sering keliling dunia untuk menyuarakan jeritan orang – orang tertindas. *)