Pengelolaan ASN Secara Profesional Juga Mendesak dan Harus Pak Bupati… (4)

oleh -147 views
Illustrasi || Istimewa
judul gambar

Oleh : Daryanto

ADA yang menggelitik lontaran-lontaran dari sejumlah “pengamat” di Blora, baik yang tergolong “pendarat” maupun orang yang kategori “semi pendarat”, atau orang yang memposisikan diri sebagai “pendarat”, yakni, meski harus menunggu 6 bulan setelah dilantik kelak, Calon Bupati Blora – Wakil Bupati Blora terpilih harus mengelola ASN secara profesional….

ADA yang menggelitik lontaran-lontaran dari sejumlah “pengamat” di Blora, baik yang tergolong “pendarat” maupun orang yang kategori “semi pendarat”, atau orang yang memposisikan diri sebagai “pendarat”, yakni, meski harus menunggu 6 bulan setelah dilantik kelak, Calon Bupati Blora – Wakil Bupati Blora terpilih harus mengelola ASN secara profesional.

Pertanyaan yang muncul adalah, apakah selama ini penataan ASN di Blora kurang profesional ?  Apakah penempatan personil di sejumlah Organisasi Pemerintah Daerah (OPD ) di Blora selama ini berdasarkan  suka dan tidak suka ?

Mengenyampingkan itu semua, bau yang menyeruak saat ini adalah, besar kemungkinan Bupati dan Wakil Bupati Blora terpilih akan menata ulang pejabat baik di tataran eselon III dan II.

Hanya, yakinlah, tekad calon Bupati  terpilih H. Arief Rohman Msi, akan menata ASN di Blora itu disemangati bukan lantaran suka dan tidak suka, apalagi dilatar belakangi dengan semangat lantaran pejabat bersangkutan yang akan ditata tidak mendukungnya saat Pilkada.

Sekali lagi, yakinlah Mas Arief demikian panggilan akrab H. Arief Rohman Msi, akan melakukan penataan ASN di Blora semata-mata dijiwai dengan semangat profesionalitas.

Meski seorang sahabat di Blora menyatakan bahwa besar kemungkinan para “pejabat” yang notabene juga ASN terindikasi tidak netral saat Pilkada tentu juga harus menanggung konsekuensi. 

‘’Hanya kalau boleh saya pesan, hendaknya Bupati Blora ke depan saat melakukan penataan ASN di Blora jangan disemangati suka dan tidak suka, mendukung atau tidak mendukung, melainkan semata-mata disemangati dengan profesionalitas,’’ ungkapnya. 

Baca Juga :  2 BLKK Diresmikan Mbak Etik dan Edy Wuryanto

‘’Hanya untuk beberapa oknum ASN yang terbukti mendapat sanksi lantaran tidak netral saat Pilkada, saya tidak berani dan memang tidak bisa ngomong,’’ tambahnya.

Diketahui, pelaksanaan Pilkada di Blora diwarnai beberapa kejadian terkait netralitas ASN. Sebut saja seorang oknum Kepala Kelurahan, oknum Kepala SD, seorang oknum Kabag Setda Blora, termasuk lebih dari seorang oknum Camat, dilaporkan Bawaslu Blora ke KASN lantaran tidak netral dalam pelaksanaan Pilkada Blora 2020.

Tercatat, yang terbaru seorang oknum camat oleh Bawaslu Blora berkasnya telah  dikirim ke ke KASN tanggal 14 Desember 2020. Setelah sebelumnya diklarifikasi saat  hari jadi Kabupaten Blora, tanggal 11 Desember, namun mereka tidak hadir.

Happy Ending

Harapan banyak pihak, happy ending yang diperoleh oleh pasangan ARTYS (Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati) di Pilkada Blora kelak benar-benar membawa perubahan Blora menuju lebih sejahtera.

Luar biasa memang, dari hasil rekapitulasi KPU Blora di Pilkada Blora 2020, perolehan pasangan  calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2, ARTYS (Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati) yang diusung PKB, PDI Perjuangan, PKS, Perindo dan PAN mencapai 318.380 suara dari total 533.213 suara sah. Jika diprosentase perolehan suara itu nyaris mencapai angka 60 persen atau tepatnya 59,71 persen.

Sementara itu untuk paslon No. 1 – ASRI  (Drs.Dwi Astutiningsih dan Reza Yudha ) memperoleh 15.187 suara atau  2,85 persen. Sedangkan Paslon No.3 –  UMAT (Dra.Umi Kulsum dan Agus Sugianto SE) memperoleh 199.646 suara atau 37,44 persen.

Di Pilkada Blora tercatat jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 544.183 orang, terdiri dari laki-laki 254.872 orang dan perempuan 289.311 orang. Dari jumlah itu jumlah suara yang tidak sah mencapai 10.970 suara atau dengan kata lain suara sah sejumlah 533.213 suara.

Baca Juga :  Hadapi Pasca Pandemi Covid -19, Mendesak Kembangkan KPI dan KI di Blora

Banyak pihak yang menyampaikan pesan kepada Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati jika kelak sudah dilantik menjadi Bupati Blora, ‘’ jangan sampai salah memilih “pembisik” . Yang namanya manusia itu pasti ketempatan sifat yang maaf, “Ego menjurus jahat “, mementingkan pribadi maupun kelompok yang tanpa batas.

Sing Tatag, Tangguh Lan Tanggon…

Ojo rumangsa gengsi taren karo sing luwih dunung..

Ojo isin ngangsu ngelmu kanggo wong mBlora… *)