Melongok Persiapan Jajaran Polres Blora Untuk Amankan Pilkada Blora Disaat Pandemi

oleh -
PERAGAKAN ; Sejumlah petugas Polres Blora tengah memperagakan ketika ada gangguan keamanan pada Pilkada Blora. Hal itu dilakukan ketika menggelar simulasi pengamanan Pilkada Blora yang akan digelar tanggal 9 Desember 2020, mendatang.

Penulis : Muji
Editor : Daryanto

” POLRES Blora tampaknya benar-benar menyiapkan dengan matang untuk melakukan pengamanan Pilkada Blora, tanggal 9 Desember 2020 mendatang dalam situasi pandemi Covid -19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Disamping para personil yang akan terlibat dalam pengamanan di semua TPS wajib menjalani swab test, juga melakukan simulasi pengamanan saat hari H coblosan berlangsung...”

JAJARAN Polres Blora tampaknya benar-benar menyiapkan dengan matang untuk melakukan pengamanan Pilkada Blora, tanggal 9 Desember 2020 mendatang dalam situasi pandemi Covid -19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Disamping para personil yang akan terlibat dalam pengamanan di semua TPS wajib menjalani swab test, juga melakukan simulasi pengamanan saat hari H coblosan berlangsung.

Sekedar diketahui, hingga Jumat (27/11/2020) pukul 14.00, jumlah kasus Covid -19 di Blora mencapai angka 1.216 orang. Dari jumlah itu, 908 orang diantaranya sembuh, angka kematian sejumlah 64 orang. Selain itu, hingga Jumat jumlah orang yang positif Cvodi-19 yang menjalani isolasi di rumah sakit ada 11 orang, sementara yang menjalani isolasi mandisi sejumlah 233 orang.

Seperti yang dilakukan, Jumat (27/11/2020) pagi, jajaran Polres Blora menggelar simulasi pengamanan TPS Pilkada Blora 2020 di halaman belakang Mapolres setempat.  Simulasi dipimpin langsung oleh Wakapolres, Kompol Drs. Joko Watoro didampingi Kabag Ops Kompol Supriyo,S.Sos,M.Si beserta pejabat utama dan Kapolsek jajaran.

Dalam simulasi tersebut, diperagakan, ketika ada beberapa pihak yang tidak terima dengan hasil penghitungan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, dan sekelompok orang menghadang petugas saat akan mengirim kotak suara dari TPS 01 desa Seso ke PPK Kecamatan Jepon.

Baca Juga :  PDIP Blora Mulai "Populerkan" Calon Wakil Bupati Etik ke Publik

Sempat terjadi adu argumen antara petugas dengan sekelompok orang yang tidak terima dengan penghitungan suara. Petugas Kepolisian yang melakukan pengawalan pun dengan sabar dan tegas memberikan pengertian hingga akhirnya sekelompok orang tersebut berhasil dibubarkan.

Tidak berhenti sampai disitu, simulasi juga memperagakan, ketika sekelompok orang yang tidak terima dengan hasil penghitungan suara tersebut mendatang KPU kabupaten Blora dengan mengajak puluhan temannya.

Massa tersebut membuat gaduh, bahkan melakukan pengrusakan yang menjurus anarkis. Dengan sigap dan reaksi cepat petugas keamanan Polres Blora melakukan pengamanan, hingga akhirnya situasi bisa diatasi dan aman kondusif.

Pakai APD

Simulasi dimulai dari Petugas KPPS dan pengamanan yang siap dengan pakaian APD, sarung tangan, alat Pengukur suhu tubuh (thermogun).  “Pemilih yang datang ke TPS langsung mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang telah disediakan dan dikeringkan (dilap dengan tisu) dan pemilih diukur suhu tubuhnya oleh Petugas KPPS,”  terang  Kabag Ops Kompol Supriyo.

Selanjutnya Pemilih menyerahkan blangko C6 dan KTP ke Petugas KPPS untuk didata sebagai pemilih, lalu diberi sarung tangan dan masker bagi yang tidak membawa masker oleh Petugas KPPS. Selanjutnya dipersilahkan menunggu di tempat yang disediakan dengan tetap menjaga jarak.

“Pemilih dipanggil oleh Petugas KPPS dan diberikan surat suara untuk mencoblos di bilik suara yang telah disediakan. Setelah melakukan pencoblosan, kertas surat suara dimasukan kedalam kotak suara dan pemilih keluar diberi tanda tinta dengan cara disemprot di tangannya. Kemudian sarung tangan dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan,“ jelas Kompol Supriyo.

Baca Juga :  Bandara Ngloram, Sebuah Terobosan Atasi Isolasi Blora dan Sekitarnya

Dalam simulasi juga diperagakan apabila ada pemilih disabilitas, seperti pemilih yang buta, tetap bisa mencoblos dengan dibantu oleh KPPS.

Apabila ditemukan pemilih yang suhu tubuhnya melebihi 37,5 C, maka petugas menyediakan bilik suara khusus dengan tetap melaksanakan pencoblosan serta dalam pengawalan petugas medis. Setelah selesai melakukan pencoblos pemilih dibawa langsung ke Rumah Sakit untuk pencegahan Covid-19.

Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan,SIK,M.Hum melalui Kabag Ops Kompol Supriyo mengungkapkan, simulasi pengamanan TPS itu dilakukan sebagai gambaran real saat pelaksanaan pengamanan tahap pemungutan suara dan penghitungan suara. Sehingga anggota yang melaksanakan tugas bisa memahami dan mengerti tugas pokok saat pengamanan TPS. Selain itu juga digambarkan kerawanan kerawanan yang ada pada saat pemungutan suara maupun pasca penghitungan suara.

“Intinya dengan melakukan simulasi pengamanan menjelang Pilkada, merupakan salah satu persiapan untuk antisipasi gangguan kamtibmas saat penghitungan suara. Polres Blora telah siap melakukan pengamanan untuk menjaga pelaksanaan Pilkada 2020 yang aman, lancar dan bebas dari Covid-19 di kabupaten Blora,” tandas Kabag Ops.

Kompol Supriyo memberikan penekanan kepada Petugas KPPS dan pengamanan untuk tetap mengingatkan ke pemilih agar tetap mematuhi Protol Kesehatan yaitu 4 M. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020.

“Untuk petugas pengaman jangan ragu-ragu dalam bertindak sesuaikan dengan SOP yang ada dan kegiatan simulasi sebagai acuan di hari Pencoblosan 9 Desember 2020, sehingga Pilkada di Blora tetap aman, damai, sejuk dan sehat,” pungkas Kompol Supriyo. *)

No More Posts Available.

No more pages to load.