Mantap, SMPN 5 Blora Menuju Sekolah Adiwiyata 2021

oleh -142 views
ASRI : Suasana segar, tanaman hijau yang indah ada di lingkungan SMPN 5 Blora, seolah bisa menjadi obat saat kejenuhan datang menghampiri para peserta didik dan para guru.

” SD, SMP, maupun SMA dan SMK di Blora yang  berkegiatan atau menerapkan konsep sekolah ramah lingkungan tampaknya tak banyak. Sehingga apa yang dilakukan oleh SMPN 5 Blora patut diacungi jempol….”

TAK  banyak sekolahan, baik itu SD, SMP, maupun SMA dan SMK di Blora yang  berkegiatan atau menerapkan konsep sekolah ramah lingkungan. Sehingga apa yang dilakukan oleh SMPN 5 Blora patut diacungi jempol.

Raihan segudang prestasi di bidang akademik, SMP Negeri 5 Blora usut punya usut sudah cukup lama menerapkan konsep sekolah ramah lingkungan. Fakta menunjukan, di lingkungan sekolah tersebut seluruh civitas akademika begitu peduli untuk menjaga sekolah agar tetap hijau  dan asri.

Buktikan saja, saat memasuki ke lingkungan sekolah itu, udara sejuk terasa langsung menyambut. Sederet tanaman tersusun rapi, baik di depan kelas maupun di tempat-tempat umum lainnya yang ada di lingkungan sekolahan.

Suasana selain terasa segar, tanaman hijau yang indah ada di lingkungan sekolah seolah bisa  menjadi obat saat kejenuhan datang menghampiri para peserta didik maupun para punggawa  sekolah setempat.

Buka pekerjaan ringan memang untuk melakukan itu, karena untuk mewujudkannya pastinya perlu menggandeng banyak pihak. Dan tampaknya keseriusan SMPN 5 Blora untuk menciptakan sekolah berwawasan lingkungan tidak main-main. Selama ini mereka juga menggandeng orang tua wali murid dan pihak lainnya baik pemerintah maupun swasta,  untuk ikut mewujudkan sekolah yang ramah lingkungan tersebut.

Sehingga, jika hal itu dipertahankan, bukan mustahil SMP Negeri 5 Blora bakal menjadi sekolah Adiwiyata 2021 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 5 Blora, Fitrotun Khasanah, Spd. M.M.Pd, sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Artinya, ini menjadi aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

 “Semua terlibat dan ikut bersama-sama untuk menuju Adiwiyata tingkat Provinsi, mohon doanya,” ungkap Fitrotun Khasanah. Dikatakan, selama ini, sekolah yang ia pimpin telah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Baik itu masyarakat, pemerintah, swasta, media, dan sekolah lain. ‘’Semua itu kami lakukan  untuk menuju Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi,” imbuhnya.

 Dikatakan  Fitrotun, selama ini SMPN 5 Blora juga telah membentuk tim Adiwiyata Sekolah (TAS) dan kader Adiwiyata guna melaksanakan aksi lingkungan. Aksi pertama meliputi kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase sekolah.

Pengelolaan Sampah

Selanjutnya, juga ada gerakan meliputi pengelolaan sampah, penanaman, pemeliharaan, dan pembibitan pohon atau tanaman. Termasuk aksi terkait konservasi air dan energi.

SMP Negeri 5 Blora juga telah berhasil mewujudkan pemilahan sampah, pembuatan bank sampah, resapan air lubang biopori, green house, dan kebun sekolah. Serta di dalam sekolah juga terdapat taman, kolam ikan, warung sehat, ekobrik, karya inovatif dan lainnya. Fitrotun mohon doa dan dukungannya kepadA semua pihak supaya   SMPN 5 Blora berhasil menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi tahun 2021.

Sekedar diketahui, SMP Negeri 5 Cepu, Blora, merupakan satu dari tiga sekolah di Blora yang telah berhasil  mendapatkan penghargaan sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah di tahun 2020. Hal itu dibuktikan melalui Surat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Nomor 660.1/2012 tentang Penyerahan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020.

Meskipun belum meraih yang terbaik di tingkat Provinsi tapi ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Keluarga Besar SMPN 5 Cepu. Hasil dari kerja keras seluruh pihak, SMPN 5 Cepu mampu meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Ini adalah perjuangan dan keuletan semua warga sekolah yang selama kurang lebih tiga tahun merintis menjadi Sekolah Adiwiyata,” ujarnya.

Pihak sekolah setempat berharap, tidak hanya untuk menghadapi lomba semata, tapi program Sekolah Adiwiyata dapat terus berkelanjutan. Program Adiwiyata digulirkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Untuk meraih itu semua, lomba Sekolah Adiwiyata dilaksanakan secara berjenjang. Yakni untuk SMPN 5 Cepu sendiri adalah Peringkat 2 Sekolah Adiwiyata kategori SMP/MTs tingkat Kabupaten Blora tahun 2017. Dan kemudian diajukan ke tingkat provinsi untuk mengikuti Lomba Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi 2020. *)

Penulis : Muji
Editor : Daryanto