Lamun Sira Landhep Ojo Natoni

oleh
oleh
Foto || dok.
Bupati & Wabup

Oleh : Urip Daryanto

” LAMUN Siro Landep, Ojo Natoni ! Ingat, banyak kejadian atau peristiwa di dunia ini, diawali dari ucapan ( dalam bentuk tulisan) yang menyinggung perasaan orang lain. Ada pepatah, luka yang disebabkan oleh ucapaan lebih bahaya daripada luka akibat tajamnya sebilah pedang. ”

Bupati Blora

AH …truwelu ! Begitu kesimpulan yang ada di benak saya – Bersamaan aksi protes dari warga atas pembangunan ruas Cabak – Bleboh ( Kecamatan Jiken ) – batas Bojonegoro, Jawa Timurdan sudah terklarifikasi – ada kiriman tulisan ( dimungkinkan status seseorang ) : ” Janji Rp 18,5 M 2024 Menyusut – Janji Lagi Rp 6 M 2025 – Terealisasi Grosok ( Rencana ) ” .

Ini tidak lagi kritik – karena sejatinya kritik yang proposional seharusnya disampaikan dengan jelas, objektif, dan disertai solusi. Termasuk harusnya menggunakan bahasa yang sopan dan menghargai. Tidak menggunakan nada yang menyerang atau membuat orang merasa tersinggung.

Oposisi harus – karena untuk penyeimbang dan mengontrol jalannya pemerintah atau untuk mengingatkan seorang pemimpin manakala alpa atau melenceng dari koridor kepemimpinannya ( tidak lagi untuk masyarakat umum melainkan hanya untuk golongan tertentu ). Tetapi apakah harus framing negatif ke publik ?

Tidak ada yang salah dari tulisan itu memang. Toh ada sisi lain dari pemahamanan saya, bahwa memang itulah salah satu dampak negatif di era digital yang kian berkembang saat ini. Peran media sosial meski hanya dalam bentuk status di WA sangat luar biasa – namun oleh oknum diupayakan untuk membentuk opini publik ke arah “menyerang” ( dilandasi kebencian).

Tidak bisa dipungkiri , media sosial dengan kekuatannya yang maha dahsyat bukan hanya menjadi wadah bagi pertukaran informasi – tetapi juga dapat digunakan sebagai alat framing untuk menyerang seseorang. Ini sangat berbahaya yang dapat mengancam integritas seseorang ( termasuk pemerintah atau pemimpin ).

Bahaya yang paling bisa diukur dari status ” Janji Rp 18,5 M 2024 Menyusut – Janji Lagi Rp 6 M 2025 – Terealisasi Grosok ( Rencana ) ” – Dipastikan akan ada kesan framing dengan sengaja sehingga dapat mengarahkan persepsi orang terhadap suatu isu atau kejadian dengan menyoroti atau mengabaikan aspek tertentu.

Fakta yang ada, lebaran ketiga Rabu (2/4/25) di Blora diwarnai adanya kejadian yang kurang mengenakkan. Di sejumlah grup WA beredar video tentang warga ramai-ramai tanami pohon pisang di ruas jalan Cabak – Nglebur – Bleboh.

Baca Juga :  Wabup Arief Kembali Sapa dan Semangati Tenaga Medis Yang Isolasi

Ruas jalan dimaksud masuk wilayah Kecamatan Jiken. Di tahun 2024, ruas jalan tersebut sempat diwacanakan diusulkan bisa dibangun dengan skema pendanaan Inpres Jalan dari Kementerian PUPR.

Hasil konfirmasi ke DPUPR Blora, menurut Sekretaris DPUPR Blora, Nidzamudin Al Hudda menjelaskan, dipastikan untuk tahun 2025 ini, ada anggaran untuk pembangunan ruas jalan Cabak – Nglebur – Bleboh ( Kecamatan Jiken). Nilainya Rp 6 Miliar dan sumber dananya dari dana hutangan Pemkab Blora.

Atas aksi warga tersebut, Bupati Blora, Dr. H Arief Rohman pun dengan gercep menanggapi. Lewat akun Instagramnya, orang nomor satu di Blora itu menyampaikan – Mohon maaf Pembangunan Jalan Kabupaten ruas Cabak – Bleboh – Batas Bojonegoro yang sedianya dilakukan tahun 2024 belum bisa dilaksanakan karena anggaran Inpres Jalan yang diajukan Pemkab Blora ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk ruas tersebut tidak lolos.

Sehingga kelanjutan pembangunan ruas Cabak – Bleboh – batas Bojonegoro dicarikan anggaran lain dari APBD Kabupaten Blora 2025.

Ucapan alhamdulillah juga disampaikan, bahwa eksekutif dan legislatif (DPRD) telah menyetujui pagu anggaran Rp 6 Miliar tersebut. Dikemukakan, saat ini sedang proses penyusunan dokumen lelang pembangunannya. Jika lelang pembangunan berjalan lancar, InsyaAllah pembangunan akan dimulai Juni – Juli 2025. Sebagai langkah pendahuluan akan dilakukan penggrosokan di ruas jalan dimaksud.

Sudah gamblang sebetulnya. Pertanyaannya, kenapa masih saja ada upaya framing ” Janji Rp 18,5 M 2024 Menyusut – Janji Lagi Rp 6 M 2025 – Terealisasi Grosok ( Rencana ) ” ?

Jejak digital masih ada – Bagaimana asal usul angka Rp 18,5 M di tahun 2024 – Bagaimana aspek munculnya anggaran Rp 6 Miliar di tahun 2025 – dan yang terakhir upaya penggrosokan yang akan dilakukan DPUPR .

Ojo Natoni

Ini dalam konteks mengingatkan ( sangat bisa tidak diindahkan ) – Lamun siro landep, ojo natoni – Meski kamu tajam, jangan melukai. Cukup dalam makna falsafah Jawa ini.

Ingat, banyak kejadian atau peristiwa di dunia ini, diawali dari ucapan ( dalam bentuk tulisan) yang menyinggung perasaan orang lain. Ada pepatah, luka yang disebabkan oleh ucapaan lebih sakit dan berbahaya daripada luka akibat tajamnya sebilah pedang.

Ucapan lisan (dalam bentuk tulisan) lebih tajam daripada pedhang. Tidak percaya, jika lisan atau tulisan yang tajam dan membuat sakit hatinya orang lain, lebih tajam dan lebih dalam dibanding luka atau sakit akibat terkena sabetan pedhang ?

Baca Juga :  16.534 Ekor Tikus di 19 Desa  Wilayah Blora Selatan Berhasil Digropyok

Luka akibat terkena pedhang, bisa sembuh dalam waktu sebulan, dua bulan, tiga bulan. Namun luka akibat ucapan atau tulisan, bisa satu tahun atau dua tahun, atau bahkan selamanya tidak akan pulih.

Ingat .. tidak ada yang sempurna di dunia ini. Bukankah tiada gading yang tak retak ? Sebaik-baik orang termasuk pemimpin pasti ada yang kurang. Unsur khilaf pasti ada dibalik kebijakan seseorang…

Ingat pula Karma itu nyata ! Karma tidak berarti bahwa kita tidak memiliki kebebasan, tetapi bahwa tindakan kita akan memiliki konsekuensi, baik konsekuensi baik atau buruk.

Ini juga masih dalam koridor nasehat – bagi pemangku jabatan, tantangan untuk membuktikan integritas moral dalam menepati janji politik, semakin diuji. Dan ini tidaklah sederhana.

Selain keterbatasan sumber daya, para pemangku jabatan juga dihadapkan pada dinamika yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.

Kuncinya, kemampuan para pemangku jabatan untuk membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama. Dengan bekerja sama secara strategis, mereka akan mampu mengatasi hambatan dan memastikan program-program yang direncanakan dapat direalisasikan dengan efektif.

Ini penting di atas banyak hal yang penting ! Untuk peristiwa aksi warga atas pembangunan ruas Cabak – Bleboh ( Kecamatan Jiken ) – batas Bojonegoro, Jawa Timur – Pemahaman saya : Sosialisasi ke Warga Sangat Minim !

Untuk itu sangat penting diatas banyak hal yang penting dimaksud – Hendaknya para pemangku jabatan ( tidak harus Bupati ) selalu mengkomunikasikan perkembangan realisasi program ( update ) secara transparan.

Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang program dimaksud termasuk kendala yang dihadapi, sehingga ekspektasi mereka dapat dikelola dengan baik. Segera lakukan sosialisasi untuk program yang lain – jangan menunggu isu digoreng oleh pihak lain. ***

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.