Kesongo Kembali Semburkan Lumpur

oleh -
SETAHUN LALU : Setahun lalu tampak semburan lumpur bercampur gas beracun muncul di wisata Geologi Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora. Tepatnya di hari Kamis (27/08/2020) pagi hingga siang hari.

” LAMA tak ada kabar, wisata Geologi Kesongo, ikut Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora, kembali semburkan lumpur (meletus), Selasa (28/9/2021). Kejadian serupa pernah terjadi  sekitar satu tahun lalu, tepatnya di hari Kamis (27/08/2020). ”

BLORA, topdetiknews.com  – Wisata Geologi Kesongo, ikut Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora, kembali semburkan lumpur (meletus), Selasa (28/9/2021). Kejadian serupa pernah terjadi  sekitar satu tahun lalu, tepatnya di hari Kamis (27/08/2020).

Waktu itu,  dalam sehari tanah di lokasi itu tiga kali semburkan lumpur bercampur gas beracun, dan  sempat mengubur 19 ekor kerbau yang tengah ada di sekitar lokasi. 

Kepala BPBD Blora, Hadi Praseno ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya telah mengirim sejumlah petugas BPBD ke Kesongo dalam rangka memantau dan mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. ‘’Sudah, ada beberapa petugas yang meluncur ke lokasi,’’ jelasnya Selasa (28/9/2021).

Diperoleh informasi, lama tak  ada kabar, Kesongo kembali meletus Selasa pagi sekitar pukul 07.30. Tingginya sekitar 70 meter. Atas peristiwa itu membuat warga berhamburan. Sejumlah warga setempat membenarkan bahwa Kesongo meletus,  ‘’ini saya masih di lokasi,’’ papar  Yatin, warga Sucen.

Menurut warga, setelah terjadi letusan yang pertama, biasanya setiap dua jam-an akan meletus lagi. Kejadian tersebut diprediksi bisa jadi sebagai pertanda pergantian musim.

Diketahui, Kejadian mengerikan pernah terjadi di lokasi wisata Geologi Kesongo, ikut Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora, Kamis (27/08/2020). Yakni sehari tanah di lokasi itu tiga kali semburkan lumpur bercampur gas beracun.

Baca Juga :  TPPKK lakukan Pembinaan Kader wilayah Kedungtuban

Dikabarkan, semburan lumpur kali pertama terjadi pukul 05.00 WIB, disusul dua kali pada sing hari itu, sempat mengubur 19 ekor kerbau yang ada di sekitar lokasi. Seekor diantaraya sudah berhasil ditemukan dalam kondisi hidup, semntara 18 ekor lainnya masih dalam pencairan.

Menurut Imam (37), anggota Karang Taruna Kecamatan Jati dan anggota BPD desa setempat, setelah dirinya cek ke lokasi dan menurut penuturan warga, ada 19 ekor kerbau yang terkubur dalam peristiwa itu.

”Saya sudah kroscek, memang ada 19 ekor kerbau yang ikut terkubur dalam semburan lumpur di Kesongo itu. Namun seekor diantaranya sudah berhasil ditemukan dalam kondisi hidup,” jelasnya, Kamis (27/08/2020) sore. Sementara itu, untuk yang 18 ekor lainnya masih dalam pencarian.

Diketahui, dalam peristiwa itu seorang warga sempat menghirup gas beracun itu hingga mengalami mual-mual. Kapolsek Jati, Polres Blora, AKP Bajuri, ketika konfirmasi membenarkan kejadian itu, ada seorang warga yakni, Warno (40) warga Desa Gabusan, yang menghirup gas beracun itu dan mual-mual. Korban sempat dibawa ke Puskesmas terdekat dan rawat jalan.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, menurut saksi mata, Suyatin (46), warga Dukuh Sucen, Desa Gabusan, peristiwa alam Kurdo ( keluarnya lumpur dan gas beracun dari dalam tanah disertai dengan letupan setinggi 1,5 Meter itu, kali pertama terjadi Kamis (27/08/2020) sekitar pukul 05.00 WIB. *)

No More Posts Available.

No more pages to load.