Jepara Kota Dikepung Banjir

oleh -11 views
Foto : Suara Merdeka/dok
SETIDAKNYA muncul 12 titik genangan di Jepara Kota, Sabtu malam. Masing-masing, Jalan Mangunsarkoro, Kelurahan Panggang, sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Kauman, Jalan Diponegoro, Kelurahan Jobokuto, Desa Mulyoharjo dan depan RSI Sultan Hadlirin Jepara.

JEPARA – Kota Jepara dikepung banjir, Sabtu malam. Setidaknya muncul genangan pada 12 titik di wilayah perkotaan. Yaitu, Jalan Mangunsarkoro, Kelurahan Panggang, sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Kauman, Jalan Diponegoro, Kelurahan Jobokuto, Desa Mulyoharjo dan depan RSI Sultan Hadlirin Jepara.

Titik yang lain Jalan Pemuda, Kelurahan Potroyudan, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Panggang, Jalan Kopral Sapari, Kelurahan Pengkol, Jalan Kusumo Utoyo, Kelurahan Kauman, Jalan KS Tubun, Kelurahan Demaan, Kelurahan Karangkebagusan, dan Pertokoan Duta Mode, Kelurahan Jobokuto, Jepara.

Genangan air itu setinggi air antara 30 cm sampai dengan 80 cm. Banjir datang akibat hujan deras hampir sepanjang hari pada Sabtu (25/1). Banjir menggenangi jalan di depan pendapa Bupati Jepara dan Masjid Agung Jepara Sabtu malam (25/1).

Padahal, di utara pendapa sedang dilakukan pembangunan pengendalian banjir Kali Wiso senilai Rp 25,8 miliar. Tidak hanya wilayah perkotaan, genangan air juga terjadi di kecamatan lain, akibat luapan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air.

Titik banjir di kecamatan luar perkotaan, antara lain Jalan Bondo-Bangsri, Kecamatan Bangsri; Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan; Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung; Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung; jembatan selatan perempatan Mantingan, Kecamatan Tahunan.

Lalu, depan Makam S. Hadlirin, Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, lingkungan jembatan Sungai Bule, Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung; dan depan MI Assafiiyah Pekalongan, Kecamatan Batealit.

Banjir menyebabkan dua warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara dievakuasi ke rumah kerabatnya lantaran menderita sakit, yakni Nur, warga RT 2 RW 3, Dukuh Jetis, Desa Mulyoharjo diungsikan ke rumah bapaknya di RT 1 RW 1, Dukuh Surodadi, Desa Mulyoharjo.

Sedangkan, Aspiah, warga RT 2 RW 3, Dukuh Jetis, Desa Mulyoharjo mengungsi ke rumah keponakan, Suryani. Kedua warga ini diungsikan karena Sungai Surodadi meluap hingga ke permukiman warga.

Baca Juga :  Lagi, Tenaga Kesehatan di Blora Meninggal Diduga Covid

Ketinggian air di luar rumah dan jalan desa mencapai 80 cm. Dalam kejadian tersebut 190 rumah terendam air. Genangan air mulai surut sekitar pukul 23.00.

Udin, salah satu warga Desa Mulyoharjo menerangkan, hujan hampir sepanjang hari. Air tidak mampu mengalir dengan lancar. ‘’Termasuk rumah saya tergenang. Terpaksa membereskan barang-barang agar tidak terendam air,’’ ujarnya.

Tanggul Jebol

Sementara itu, Arwin Noor Isdiyanto menerangkan ada tanggul jebol pada Sabtu (25/1) sekitar pukul 10.00 di RT 3 RW 5 dan RT 2 RW 3, Desa Bondo, Kecamatan Bangsri. Akibatnya luapan air dari sungai masuk ke sawah. Air juga meluap ke Jalan Raya Bondo-Jepara dan masuk ke beberapa rumah warga dengan ketinggian air sekitar 50 cm.

Selain itu, ada pohon tumbang di RT 9 RW 3 Desa Tanjung, Kecamatan Pakisaji, sekitar pukul 15.30. Pohon berdiameter sekitar 20 cm tumbang tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang. Pohon itu menimpa kabel listrik sehingga akses jalan sementara ditutup karena membahayakan pengguna jalan.

Pohon tumbang juga terjadi di RT 21 RW 4, Dukuh Setro, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, sekitar pukul 18.30. Hujan lebat mengakibatkan pohon waru dengan diameter 20 cm tumbang dan menimpa atap rumah milik Muh Ikhsan, 28.

Bencana lain, tanah longsor di RT 31 RW 4, Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, sekitar pukul 17.00 WIB. Kejadian itu menutup akses jalan. Sejumlah warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsoran.

Di Desa Tanjung terjadi tembok rumah roboh. Tembok itu milik Ahmat Rois (50), warga RT 22 RW 3, sekitar ambrol pukul 15.30. Tanah longsor juga terjadi RT 1 RW 2, Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Jepara, sekitar pukul 20.30. (SM Network)