Hati-Hati, Sudah 16 Warga Blora Yang Terserang Demam Berdarah

oleh -175 views
FOGGING : Petugas dari Dinkes Blora tengah melakukan fogging terkait kasus demam berdarah di wilayah RT 2 / RW 2 Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora Kota Kamis (18/3/2021).

” PERINGATAN bagi warga Blora, saat ini kasus demam berdarah dengue (DBD) cenderung meningkat. Hingga Kamis (18/3/2020) tercatat sudah ada 16 warga Blora yang terserang penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk aedes Aegypti itu.”

BLORA, topdetiknewscom  – Warning bagi warga Blora, saat ini kasus demam berdarah dengue (DBD) cenderung meningkat. Hingga Kamis (18/3/2020) tercatat sudah ada 16 warga Blora yang terserang penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk aedes Aegypti itu.

Sementara itu, untuk yang terindikasi  Demam Dengue (masuk kategori DBD tetapi belum parah –red) ada 36 orang.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Sutik, hingga pertengahan Maret 2021 ini,  tercatat ada 16 warga yang terserang DBD. Sementara itu, untuk  Dijelaskan, sebenarnya ada 33 orang yang teridentifikasi DBD, hanya saja yang lainnya masuk kategori Demam Dengue.

‘’Untuk yang masuk kategori  Demam Dengue sebenarnya sama dengan DBD, hanya belum parah. Trombositnya belum naik 20 persen’’ jelas Sutik, Kamis (18/03/2021). Namun demikian, seluruh warga Blora diminta untuk waspada dengan potensi merebaknya serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan seperti saat ini.

Pantauan di lapangan, dari 16 kasus DBD yang ada saat ini dua diantaranya berada di wilayah Kelurahan Kauman,Blora Kota. Kepala Kelurahan Kauman, Marthin Ukie Andhana,SE, Msi membenarkan jika di wilayahnya ada dua warga yang terkena DBD.

Dikatakan, Ukie, panggilan akrab Kepala Kelurahan Kauman, dua warga yang terkena demam berdarah itu berada di RT 2 RW 2. ‘’Alhamdulilah dari Dinkes sudah gerak cepat, yakni telah dilakukan fogging di wilayah itu Kamis (18/3/2021).  Terima kasih kepada pihak Dinkes yang sudah gerak cepat melakukan fogging di wilayah kami’’ tambah Lurah Marthin Ukie Andhana,SE, MSi

Seperti diketahui, di tahun 2021 ini, hingga Februari tercacat ada 33 warga Blora yang teridentifikasi terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari jumlah itu ada 6 orang yang dinyatakan DBD, sementara sisanya masuk kategori Demam Dengue.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Sutik, di tahun 2021 ini, hingga awal Februari, tercatat ada 6 warga yang terserang DBD. Dijelaskan, sebenarnya ada 33 orang yang teridentifikasi DBD, hanya saja yang lainnya masuk kategori Demam Dengue.

‘’Untuk yang masuk kategori  Demam Dengue sebenarnya sama dengan DBD, hanya belum parah. Trombositnya belum naik 20 persen’’ jelas Sutik, Selasa (09/02/2021). Namun demikian, seluruh warga Blora diminta untuk waspada dengan potensi merebaknya serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan seperti saat ini.

Sementara itu di tahun 2020, hingga awal bulan November 2020, tercatat ada 109 kasus DBD di Blora dengan dua angka kematian. Menurut Sutik, untuk kasus kematian akibat serangan DBD di tahun 2020, semuanya berasal dari Desa Beganjing, Kecamatan Japah.

Tiga kecamatan yang angka DBD nya tertinggi di tahun 2020, lanjut Sutik, adalah Kecamatan Blora, Cepu dan Ngawen. Sutik mengingatkan, soal Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) harus terus ditingkatkan, karena upaya pencegahan serangan DBD yang paling tepat adalah dengan rajin melakukan PSN. *)

Penulis : Muji
Editor : Daryanto

No More Posts Available.

No more pages to load.