Gubernur Wanti-wanti Kepala Daerah Jangan Sampai Terlena

oleh -
Gubernur H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP pada awal memimpin rakor menanyakan kejadian terkait percobaan tatap muka di beberapa sekolah di Blora

Rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 Jawa Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah secara virtual dari Grhadhika Bhakti Praja. Mewakilinya Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST, MM beserta jajaran Forkopimda mengikuti rakor.

BLORA, topdetiknews.com – Mewakilinya Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST, MM beserta jajaran Forkopimda mengikuti rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 Jawa Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah secara virtual dari Grhadhika Bhakti Praja.

Gubernur H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP pada awal memimpin rakor menanyakan kejadian terkait percobaan tatap muka di beberapa sekolah di Blora.

“Blora…Blora..Terkait pemberitaaan klaster PTM tadi saya sudah kontak dengan Blora ternyata kejadian tersebut dalam rangka antisipasi sebelum pelaksanaan ujicoba PTM. Jadi malah bagus demi keselamatan mereka. Saya salut dengan kerja keras Bapak/ibu. Jawa Tengah Top. Saya tekankan lagi percepatan vaksinasi dilengkapi pula dengan pengisian P-Care dan aplikasi SMILE,”ungkap Gubernur.

Gubernur mewanti – wanti kepada seluruh kepala daerah untuk tetap waspada dan siaga.

“Jangan sampai lengah. Posisi kita sudah baik. Bagi bapak/ibu kepala daerah yang membutuhkan bantuan, segera telp Pemprov atau saya langsung sehingga kita bisa terjunkan team untuk mencegah penyebarluasan kasus lebih lanjut,”pesan Ganjar.

“Dan untuk cakupan vaksin untuk beberapa daerah dapat digenjot karena masih kecil sekali. Bisa nggak ya sekali kirim sekali habis. Jadi kita ada alasan untuk meminta stok vaksin ke pusat,”lanjutnya.

Baca Juga :  Tinggal Dua Kecamatan di Blora Yang Masih Zona Hijau

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dr. Yulianto Prabowo, M.Kes menyampaikan laju vaksinasi masih harus ditingkatkan.

“Laju vaksinasi terus kita genjot. Saya mengucapkan terimakasih atas kerja keras kita semua, vaksinasi di Jawa Tengah per hari sudah melebihi 30 ribu. Meskipun ada selisih 179.557 antara penggunaan vaksin by SMILE dengan sasaran vaksin by P-Care, hal tersebut dikarenakan rata-rata faskes input data SMILE tidak langsung setelah selesai pelayanan,”jelas Kadinkes.

Wabup Tri Yuli sesaat setelah mengikuti rakor secara virtual dari Ruang Rapat Bupati, memberikan arahan kepada jajaran untuk tetap waspada dan menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Tengah.

“Saya minta kita waspada dan siaga selalu. Arahan bapak Gubernur akan kami laporkan kepada bapak Bupati dan untuk Dinas Pendidikan tolong perkembangan kejadian di beberapa sekolah kita diawasi untuk perkembangan dan penyelesaiannya,”kata Wabup.

Hadir dalam rakor dimaksud Kepala Kejaksaan Negeri, perwakilan Kodim dan Polres, OPD terkait.*)

No More Posts Available.

No more pages to load.