Gamang …. Pasrah……..Jengkel Lantaran Anak-Anak Tidak Bisa Sekolah Tatap Muka

oleh -
SEMPAT MASUK : Sejumlah murid di sebuah SD di Blora Kota sempat masuk sekolah tatap muka, Rabu (18/08/2021). Karena ada aturan baru hal itu tidak akan dialami murid-murid lagi sambil menunggu aturan yang baru. Yakni, Blora masuk PPKM level 3 atau bahkan level 2, sehingga pembelajaran tatap muka (PTM) sudah diperbolehkan kembali. || Foto : Istimewa
  • Blora PPKM Level 4

” BANYAK orang tua murid di Blora di semua tataran (PAUD, TK, SD, SMP, SMU) menyusul Blora dinyatakan masuk PPKM level 4, dimana berimplikasi sistem pembelajaran mulai tanggal 17 Agustus – 23 Agustus  dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ini dikuatkan dengan SE Bupati Nomor : 443.5/2841/2021, tentang  pemberlakuan PPKM level 4 corona disease 2019 di Kabupaten Blora.

SEJUMLAH reaksi dari para orang tua murid di Blora di semua tataran (PAUD, TK, SD, SMP, SMU) menyusul Blora dinyatakan masuk PPKM level 4, dimana berimplikasi sistem pembelajaran mulai tanggal 17 Agustus – 23 Agustus  dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ini dikuatkan dengan SE Bupati Nomor : 443.5/2841/2021, tentang  pemberlakuan PPKM level 4 corona disease 2019 di Kabupaten Blora.

Agustini (40), salah satu warga Blora Kota menyatakan semula sempat gamang, bingung dengan ramainya pembicaraan di medsos yang mengatakan bahwa Blora masuk PPKM level 4 sehingga Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali dialihkan ke PJJ.

banner 728x90

‘’Saya bingung, juga kasihan anak-anak yang begitu bersemangat masuk sekolah, baru merasakan masuk satu hari ternyata sudah harus kembali sekolah dengan sistem daring. Tapi ya bagaimana lagi pasrah, meski jengkel juga lantaran anak-anak baru sekali masuk sekolah tidak bisa sekolah tatap muka,’’ ungkap Agustini, Kamis (19/08/2021).

Mungkin apa yang dirasakan Agustini juga dirasakan oleh para orang tua murid se –Blora. Hal itu bisa dimaklumi sangat banyak keterbatasan jika sekolah yang selama ini dilakukan secara daring. ‘’Meski harus mengeluarkan biaya beli seragam, sepatu dan keperluan lain untuk sekolah, saya tetap ingin sekolah bisa masuk tatap muka. Tapi bagaimana lagi, harapannya supaya Blora bisa kembali masuk level 3, syukur bisa level 2 sehingga anak-anak bisa sekolah lagi,’’ imbuh Agustini.

Baca Juga :  Buron, Pelaku "Raja Pati" di Gaplokan Japah

Rasa kasihan kepada anak-anak sekolah di Blora juga dilontarkan oleh salah seorang Wakil Ketua DPRD Blora dari Golkar, Siswanto.  ‘’Kasihan anak-anak sekolah, sudah senang-senangnya bisa masuk sekolah tiba-tiba harus kembali alami PJJ,’’ ungkapnya.

Ditanya sebenarnya ada apa Blora bisa masuk PPKM level 4 ? Siswanto yang sempat memanggil sejumlah OPD terkait persoalan tersebut mengatakan, ‘’data yang kemarin- kemari  ketumpuk, ya Blora yang semula sudah level 3 menjadi level 4,’’ paparnya.

Menurutnya, akibat delay data itu, Blora yang  mestinya secara de facto dekat ke level 2, namun secara de jure masuk level 4. Dan tampaknya tidak ada solusi, terkecuali berharap saat tanggal 23 Agustus nanti, batas perpanjangan PPKM Blora bisa masuk level 3 kembali.

‘’Yang jelas saya sudah dapat tembusan soal SE Bupati yang terbaru, intinya mohon untuk dipedomani dan ditindaklanjuti bahwa Pelaksanaan KBM di satuan pendidikan terhitung mulai tgl 17 Agustus – Agustus  dilakukan melalui PJJ,’’ pungkas Siswanto, anggota DPRD asal Ngawen itu.

Seperti diberitakan, bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 Selasa (17/08/2021), Blora “geger”, menyusul Blora yang semula berada pada zona PPKM level 3, oleh pemerintah pusat dinyatakan masuk PPKM level 4.

Celakanya lagi, beberapa kebijakan sudah terlanjur diumumkan oleh pemerintah setempat, salah satunya adalah pemberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah diijinkan. Dan terhitung mulai Senin (16/08/2021) lalu sudah ada beberapa sekolah yang melaksanakan PTM.

Diketahui, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021, PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali diterapkan hingga 23 Agustus. Penerapan PPKM berbasis level di Jawa-Bali akan dievaluasi secara mingguan oleh pemerintah dan kembali diumumkan setiap minggunya.

Baca Juga :  Mayat Bayi di Bawah Dipan, Ibu Bayi Ditetapkan Tersangka

Di Jawa Tengah mencatatkan cukup banyak daerah masuk dalam PPKM Level 4. Tercatat ada 15 kabupaten kota masuk dalam PPKM Level 4 di Jawa Tengah, antara lain Kabupaten Boyolali, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo.

Kemudian ada Kabupaten Klaten, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banyumas, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Blora.

Zona Orange

Yang agak ironis, kondisi zonasi risiko covid-19 di Blora saat dinyatakan masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  level 4 sudah dalam kondisi zona orange. Artinya, sudah berada pada zona resiko sedang.

Dalam peta zonasi risiko covid -19 Kabupaten Blora, Selasa (17/8/2021) pukul 14.45 WIB, dari 16 kecamatan yang ada di Blora, 8 kecamatan sudah masuk zona kuning (zona resiko rendah), separo kecamatan lainnya masuk zona orange.

Sebanyak 8 kecamatan yang sudah dinyatakan zona kuning, masing-masing Kecamatan  Todanan, Japah, Tunjungan, Banjarejo, Bogorejo, Jiken, Sambong, dan Kecamatan Jati. Sedangkan yang masuk zona orange, masing-masing Kecamatan  Kunduran, Ngawen, Blora, Jepon, Randublatung, Kedungtuban, Cepu dan Kecamatan  Kradenan.

Sementara itu untuk  perkembangan kasus covid -19 di Blora pada hari yang sama, penambahan kasus hanya 7 orang, sembuh 13 orang, dirawat di rumah sakit 30 orang dan yang isolasi mandiri sebanyak  147 orang. Perkembangan terbaru tentang penularan covid -19 di Blora, berdasarkan  monitoring data covid -19 Pemkab Blora per  Rabu (18/08/2021) pukul  14.34 WIB, tambahan kasus covid hanya ada 9 orang. Dinyatakan sembuh  14 orang. Pasien covid -19 yang dirawat di rumah sakit 34 orang, yang menjalani isolasi mandiri 134 orang. *)

Reporter : Muji
Editor : Daryanto

banner 728x90

No More Posts Available.

No more pages to load.