Dinkes Blora Minta Pembelajaran Tatap Muka di 5 Kecamatan Dihentikan Sementara

oleh -
Plt Kepala Dinkes Blora, Edy Widayat
  • Kasus Covid di Sejumlah Tempat Meningkat

” KASUS Covid -19 di beberapa tempat di Blora belakangan ini meningkat, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, akan usulkan atau minta ke Pemkab untuk menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 5 kecamatan yang masuk zona merah dihentikan sementara…”

BLORA, topdetiknews.com  – Menyusul kasus Covid -19 di beberapa tempat di Blora belakangan ini meningkat, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, akan usulkan atau minta ke Pemkab untuk menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayah kecamatan yang masuk zona merah dihentikan sementara.

‘’Belakangan ini Kasus Covid -19 di beberapa tempat di Blora meningkat, untuk itu kami usulkan ke pemerintah untuk menghentikan sementara  PTM di beberapa kecamatan yang masuk zona merah dihentikan sementara,’’ tandas  Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Edy Widayat, Minggu (2/5/2021).

Apakah selama ini ada muncul kluster sekolahan ?  Dikatakan, alhamdulilah belum ada kluster Covid sekolahan di Blora. Namun demikian untuk antisipasi, sebaiknya PTM di beberapa kecamatan yang masuk kategori zona merah dihentikan sementara.

Dari data monitoring  Covid -19 Kabupaten Blora per  1 Mei 2021 pukul  12.01 WIB, tercatat masih ada 5 (lima) kecamatan yang masuk zona merah. Masing-masing Kecamatan  Ngawen, Randublatung, Jati, Sambong, dan Kecamatan Cepu.

Dibanding tanggal 29 April 2021, per tanggal 2 Mei 2021 ada penambahan 85 kasus Covid-19 di Blora. Tercatat, untuk yang masuk kategori zona kuning ada 6 kecamatan. Masing-masing Kecamatan  Todanan, Japah, Kunduran, Tunjungan, Bogorejo dan Kecamatan Jiken.

Baca Juga :  Penggerebekan Sabung Ayam di Blora, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Sementara itu yang masuk zona orange ada 5 kecamatan, masing-masing  Kecamatan Blora, Banjarejo, Jepon, Kedungtuban, dan Kecamatan Kradenan.

Di tanggal yang sama, tercatat jumlah kasus positif Covid ada  6.544,  dimana dari jumlah itu yang dinyatakan sembuh sejumlah  6.025 orang. Untuk yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak  20 orang dan yang isolasi mandiri sejumlah  190. Angka kematian akibat Covid di Blora sudah mencapai  319 orang.

Diberitakan sebelumnya, Dinkes Blora minta kepada seluruh warga Blora untuk tetap waspada, menyusul angka penderita Covid-19 di Blora belakangan ini trend-nya terus naik. Bahkan, di Blora saat ini muncul kluster orang punya hajat yakni di Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban. Dimana pada awalnya diketahui ada 8 orang yang diketahui positif Covid -19 berdasarkan Swab PCR. Setelah dilakukan tracing belakangan ini ada 12 orang juga positif hasil swab –nya sehingga total ada 20 kasus. *)

Penulis : Muji
Editor : Daryanto

No More Posts Available.

No more pages to load.