Di Cepu (Blora), Satu Buntut Tikus Laku Rp 1.000

oleh -
DI KRADENAN : Gropyokan tikus di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora, awal Agustus 2021 lalu cukup efektif. Diperkirakan dalam waktu seminggu tidak kurang 18.000 ekortikus berhasil ditangkap warga.

” INI Cara unik untuk memberantas hama tikus di wilayah Kecamatan Cepu, Blora. Yakni warga didorong untuk menangkap hama yang akhir-akhir ini cukup meresahkan petani di wilayah itu, berikut buntut (ekor –Red) tikus bisa ditukarkan  ke  Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cepu dengan harga Rp 1.000/ekor. ”

BLORA, topdetiknews.com –  Cara unik untuk memberantas hama tikus dilakukan di wilayah Kecamatan Cepu, Blora. Yakni warga didorong untuk menangkap hama yang akhir-akhir ini cukup meresahkan petani di wilayah itu, berikut buntut (ekor –Red) tikus bisa ditukarkan  ke  Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cepu dengan harga Rp 1.000/ekor.

Menurut Koordinator BPP Cepu, Biran, gerakan yang dilakukan mulai tanggal 15 September 2021 itu istilahnya bukan gropyokan tikus. ‘’Melainkan penukaran buntut tikus mulai tanggal 15 sampai tgl 22 september 2021 di kantor BPP Cepu,’’ jelasnya Kamis (16/9/2021).

Dijelaskan, dalam transaksi penukaran ekor tikus itu, satunya akan diharga Rp 1.000. ‘’Surat edaran atau woro-woro sudah terdistribusi ke semua desa dan kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Cepu,’’ imbuh Biran.

Dikemukakan, apa yang dilakukan itu, transaksi penukaran buntut tikus itu untuk antisipasi merebaknya hama tikus di musim tanam nanti. ‘’Saat ini mumpung lahan sawah warga masih bero (tidak ada tanamannya). Harapannya saat musim tanam bulan Oktober, populasi tikus terkendali.’’

Baca Juga :  Peduli Adaptasi Kegiatan Baru, BRI Bantu Sejumlah Sarpras 3 Pasar di Blora

Merajalela

Terpisah Camat Cepu, Luluk Kusuma ketika dihubungi menyatakan, selama ini hama tikus di wilayah Kecamatan Cepu dapat dikatakan cukup merajalela. ‘’Cukup merajalela di Cepu, banyak petani yang tidak bisa panen gara-gara hama itu,’’  jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, dengan transaksi ekor atau buntut tikus, dimana surat edarannya sudah disampaikan ke 11 desa dan 6 Kelurahan yang ada di Cepu, harapannya pada saat musim tanam nanti hama tikus bisa dikendalikan.

Sebagaimana diketahui, pembasmian tikus memakai jebakan kawat yang dialiri listrik di Blora telah memakan sejumlah korban nyawa, beberapa waktu lalu di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, melakukan cara unik untuk membasmi hama tikus itu. Yakni, dengan sistem gropyokan yang melibatkan banyak warga.

Dengan cara itu selain minim resiko ternyata juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat. Hal itu lantaran tikus-tikus hasil gropyokan warga dibeli oleh pemerintahan desa setempat. ‘’Per ekor tikus kita hargai Rp 1.000,’’ ungkap  Kepala Desa Medalem, Anik Juwarti.

Dikatakan, tikus hasil gropyokan warga yang telah dibeli itu selanjutnya dibuang ke Sungai Bengawan Solo. Waktu itu, gropyokan tikus di Medalem yang pelaksanaannya di awal Agustus 2021, hasilnya setiap hari rata-rata bisa terkumpul antara 2.500 hingga 3.000 ekor tikus. *)

Reporter : Muji
Editor : Daryanto

No More Posts Available.

No more pages to load.