Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Arief Rohman yang terus memberikan perhatiannya dalam pengembangan RSUD Blora. “Penataan poli juga terus kita lakukan. Untuk ruang cuci darah sekarang kita lengkapi juga dengan televisi agar pasien tidak jenuh. Pasalnya proses cuci darah membutuhkan waktu sekitar 4 jam,” lanjut dr. Puji Basuki.
Untuk ruang bedah sentral yang tadi ditinjau Bupati, dikatakan dr Puji, juga akan tingkatkan. Jika semula hanya ada 4 ruang bedah, kini menjadi tujuh agar tidak terjadi antrian tindakan bedah. Jadi sewaktu waktu ada kejadian darurat yang butuh operasi bisa langsung disiapkan.
Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan evaluasi secara berkala. Turut hadir saat Bupati Arief ngantor di RSUD Blora, Kepala Dinas Kesehatan Edi Widayat, S.Pd., M.Kes., MH., dan Sekretaris Dinas Kesehatan, drg. Wilys Yuniarti.