Bukan Superman Memang, Calon Bupati Blora Terpilih Harus Lihai “Menarik” Anggaran dari Pusat Untuk Membangun Blora ( 2 )

oleh -103 views
H.. Arief Rohman MSi
judul gambar

Oleh : Daryanto

” KPU Blora memang belum mengumumkan hasil penghitungan suara Pilkada Blora 2020, namun tampaknya  kemenangan pasangan  ARTYS (Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati) yang diusung PKB, PDI Perjuangan, PKS, Perindo dan PAN, sulit terbantahkan. Selain pekerjaan non teknis yang cukup berat, tampaknya pasangan ARTYS dituntut bak Superman yang pandai terbang ke “Jakarta” untuk alirkan dana ke Blora, sehingga pelaksanaan pembangunan di Blora empat tahun ke depan benar-benar bisa signifikan….

KPU Blora memang belum mengumumkan hasil penghitungan suara Pilkada Blora 2020, namun tampaknya  kemenangan pasangan  ARTYS (Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati) yang diusung PKB, PDI Perjuangan, PKS, Perindo dan PAN, sulit terbantahkan. Selain pekerjaan non teknis yang cukup berat, tampaknya pasangan ARTYS dituntut bak Superman yang pandai terbang ke “Jakarta” untuk alirkan dana ke Blora, sehingga pelaksanaan pembangunan di Blora empat tahun ke depan benar-benar bisa signifikan.

Sebuah keniscayaan, dengan dari APBD sekitar Rp 2,2 Triliun, untuk membangun Blora ke depan jika tidak berupaya untuk mendapatkan dana dari Pusat atau Provinsi, pasti tidak akan jalan. Dari APBD yang ada. Pasalnya, dari APBD itu  setelah dipotong untuk gaji pegawai, jumlahnya sangat minim dibanding PR yang harus dikerjakan. Sehingga jika saja Arief yang calon Bupati Blora terpilih itu tidak pandai untuk “terbang” ke Jakarta ke pemerintah pusat untuk “menurunkan” anggaran ke Blora, mana mungkin PR besar itu bisa terealisasi dalam kurun waktu empat tahun ke depan.

Mas Arief, panggilan akrab Arief Rohman, beberapa waktu lalu menyadari bahwa APBD Blora yang hanya sekitar Rp 2,2 Triliun – dengan banyak PR salah satunnya membangun jalan rusak sepanjang 350 Km dimana butuh dana Rp 1,7 Triliun –sehingga untuk membangun Blora ke depan memang perlu inovasi.

Diketahui, meski diwarnai dengan adanya pemungutan suara ulang di salah satu TPS di wilayah Cepu karena terindikasi ada pelanggaran dan hasilnya di TPS itu tetap saja pasangan ARTYS memperoleh suara terbanyak. Sambil menunggu hasil penghitungan resmi perolehan suara masing-masing Paslon oleh KPU Blora, berdasarkan hasil penghitungan cepat yang dilakukan DPC PDIP Blora, dapat dikatakan kemenangan Artys hampir pasti. 

Hasil hitung cepat sementara dari DPC PDIP Blora di Pilkada Blora menyebutkan, pasangan  ARTYS (Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati) yang diusung PKB, PDI Perjuangan, PKS, Perindo dan PAN memperoleh  314.638 ( 57% ) suara dari total  548.723 suara.

Dari 2.198 TPS yang ada di Blora, data sudah masuk  seratus persen. Hasilnya, untuk Paslon No. 01 – ASRI  (Drs.Dwi Astutiningsih dan Reza Yudha ) sebanyak 15.033 ( 3% ),  Paslon No. 02 – ARTYS (H. Arief Rohman, MSi dan Tri Yuli Setyowati ST MM) memperoleh 314.638 ( 57% ) dan Paslon No.03  –  UMAT (Dra.Umi Kulsum dan Agus Sugianto SE) memperoleh 219.052 ( 40% ).

Baca Juga :  Bawaslu Akan Rekrut 295 Panwaslu Kelurahan/Desa

Ini ungkapan Arief Rohman beberapa waktu lalu yang tampaknya dinanti seluruh warga Blora. Yakni, ” SAYA akan mewujudkan mimpi itu,  sesarengan dengan semua pihak untuk mewujudkan mimpi wong mBlora.  Yakni memiliki jalan yang bagus, ketersediaan air bersih, lapangan pekerjaan, dan penambahan sarana kesehatan yang memadai….”

Menurut Arief, setelah turun ke sejumlah pelosok di Blora, mimpi orang Blora saat ini sebenarnya sangat sederhana, mempunyai Jalan bagus, Air bersih,  ketersediaan Lapangan pekerjaan, dan Sarana Kesehatan yang mumpuni.

Untuk itu, pihaknya akan mewujudkan mimpi itu. Sesarengan dengan semua pihak untuk mewujudkan mimpi wong mBlora.  Yakni memiliki jalan yang bagus, ketersediaan air bersih, lapangan pekerjaan, dan penambahan sarana kesehatan yang memadai.

Kondisi yang ada, jalan rusak di Blora saat ini sepanjang 350 Km dan  butuh dana Rp 1,7 Triliun, untuk membangun jalan itu.  Jika hanya mengandalkan APBD Blora, jelas perlu waktu lama untuk mewujudkannya. Satu-satunya jalan adalah dengan lobi ke  pemerintah Provinsi dan Pusat.

Mengenai pembangunan sarana kesehatan,  menjadi sebuah keharusan di Blora Selatan dibangun rumah sakit yang representatif. Demikian juga di Blora Barat (Kunduran) juga perlu dibangun rumah sakit yang mumpuni. 

Soal ketersediaan air bersih bagi warga Blora, harus dilakukan dengan  instan dan program jangka panjang.  Dalam  jangka panjang  perlu  kerjasama dengan ahli untuk menggali mencari sumber air di sejumlah wilayah yang selalu rawan kekeringan.

Cara instannya,  di  masing-masing kecamatan perlu tangki air –  minimal ada dua tangki air di tiap-tiap kecamatan – PDAM bisa mendukung . Untuk mengatasi kekeringan di Doplang (Jati),  PDAM harus hadir-  menyalurkan  sumber air dari Randublatung ke Jati. Semua harus dipetakan, dan untuk mewujudkan itu diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 5 Miliar. 

Baca Juga :  Jenguk Pasien Covid -19 Sembuh, Wabup Arief Minta Warga Sekitar Menerima

Sesarengan

Jargon perlu sesarengan untuk membangun Blora tampaknya harus terus diingatkan kepada calon Bupati Blora terpilih. Karena memang untuk membangun Blora tidak bisa sendiri.  Warga Blora yang sudah berhasil di luar Blora,  perlu diajak sesarengan membangun Blora, dan sangat dimungkinkan dengan cara-cara itu  optimis mimpi-mimpi rakyat Blora bisa tercapai. 

Keberadaan Perhutani sebenarnya merupakan anugerah alam untuk Blora karena memang untuk membangun Blora  tidak bisa terlepas dari perhutani. Sehingga ke depan perlu dimaksimalkan untuk  memanfaatkan lahan Perhutani. Banyak  potensi wisata di Perhutani yang luar biasa, seperti  sumur tua, hutan lindung, loko tour – kenapa tidak ke depan  perlu diolah untuk wisata alam, dalam hal ini Perhutani diajak bisa dikerjasamakan dengan pemkab atau pihak ke tiga.

Saat ini upaya untuk memanfaatkan keberadaan Perhutani untuk membangun Blora belum maksimal. Desa-desa di tengah hutan saat ini justru menjadi  kantong-kantong kemiskinan –   infrastrukturnya sangat  luar biasa jeleknya  – sehingga   Perhutani perlu diajak bareng untuk memajukan Blora.

Perlu terus dipetakan kawasan Perhutani untuk mendukung pembangunan  di Blora. Salah satu contoh di wilayah Tunjungan, ada kebun buah dimana  sebelahnya miliknya Perhutani  dan  menjadi pilot project – kawasan greneng satu paket dengan kebun buah tersebut. Pihak Perhutani sendiri sudah welcome.

Dengan kondisi yang seperti itu, dalam sebuah kesempatan salah seorang teman saya lagi-lagi weling, agar para “pendarat” yang menghantarkan pasangan ARTYS memperoleh suara terbanyak dibanding dua Paslon lainnya, untuk menyadarai dan paham. ‘’Kawal dan ingatkan, kalau sayang dengan Calon yang didukung dan dibantu bagaimana untuk mewujudkan impian warga Blora itu. Maido boleh, tetapi juga harus solotif,’’ pesannya.   (Bersambung)