Blora Becoming the Second Sumedang in Indonesia ?

oleh -
Foto || dok
banner 400x300

” RASANYA miris. Bisakah Blora melesat seperti Sumedang, mengingat untuk membangun dengan apa yang dilakukan di Sumedang butuh proses. Meski sejatinya, kita juga harus optimis dan mempunyai target, next Blora harus becoming the Second Sumedang in Indonesia. ”

USAI mendengar paparan  Bupati Sumedang, Jawa Barat, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM., Selasa (18/1) di pendopo rumah dinas Bupati Blora, soal membangun pemerintahan daerah berbasis data terpadu (digital government), agak mbliyur.

Tidak hanya itu, kemudian muncul perasaan pesimistis, apakah Blora bisa minimal satu tangga di bawah kabupaten yang terkenal dengan tahunya itu.

banner 400x300

Betapa tidak, Bupati yang sukses membawa Sumedang meraih  predikat Kabupaten Terinovatif di tahun 2021 itu, di awal paparannya mengatakan, bahwa dirinya “menyulap” atau menyentuh kepada seluruh ASN di wilayahnya untuk bekerja dengan hati.

Kalau bekerja dengan standar stempel dan materai tidak akan dikenang, tetapi jika bekerja dengan hati, puasnya akan terasa dibawa mati.  Belum lagi, slogan yang ditanamkan ke ASN, yakni Jika kita selaku ASN mempermudah urusan rakyat maka Allah akan mempermudah urusan kita, Apabila kita sebagai ASN mengatasi kesulitan rakyat, maka  Allah akan mengatasi kesulitan kita.

Rasanya miris. Bisakah Blora melesat seperti Sumedang, mengingat untuk membangun dengan apa yang dilakukan di Sumedang butuh proses. Meski sejatinya, kita juga harus optimis dan mempunyai target, next Blora harus becoming the Second Sumedang in Indonesia.

Baca Juga :  Terkait Disiplin Protokol Kesehatan, Polres Blora Juga Razia Anggotanya

Jika tidak ada target dan tetapkan timeline, niat baik Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.SIP., M.Si, yang pernah mengajak seluruh jajaran OPD ke Sumedang untuk ngangsu kawruh ilmu membangun pemerintahan daerah berbasis data terpadu (digital government), akan mubazir.

banner 400x150

Ingan pesan Bupati Dony Ahmad Munir, bahwa di era 4.0, dimana dampak pandemi covid-19 dan era digitalisasi, jika Blora tidak melesat, tentu perkembangan kemajuan Blora akan standar. Pilihannya, berani mengambil tantangan dengan meminimalisir resiko atau sekedar berkembang yang minim resiko.

Sependapat dengan Bupati Dony, bahwa Transformational Leadership di era digital yang serba cepat perubahannya, Blora harus melesat. Zaman sudah berubah, kehidupan berubah, tantangan berubah, ekspektasi masyarakat semakin tinggi.  Yang harus dilakukan Pemkab Blora adalah harus menerapkan transformational leadership.

Terimakasih Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si, yang berharap  Blora ke depan bisa ikut melesat seperti halnya Sumedang. Tetapi hendaknya, panjenengan harus pasang target dan tentukan timeline.

Dengan menentukan target, tentu akan dibarengi dengan narasi tahapan untuk mencapai target itu, dan yang terpenting mengeksekusinya. Tanpa ini, Blora tidak akan melesat.

Memang  masih perlu diselaraskan. Namun juga tidak cukup  hanya berbekal  hibah e-office dan e-sakip dan akan menerapkannya di Blora sebagai wujud Digital Leadership. Karena sejatinya ini tidak akan membawa Blora melesat.

Wajar dan harus jika Bupati Arief ingin di peringatan satu tahun kepemimpinannya nanti, Blora sudah bisa meresmikan penggunaan e-office dan e-SAKIP sebagai wujud digital leadership dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Baca Juga :  Kresna Gelar Jumpa Pers Soal “Mendung” di Amarta

Hanya bagaimana untuk kondisi sarprasnya untuk menerapkan digital leadership dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) ? Kemampuan server yang dimiliki Pemkab Blora seberapa ? Sejauh mana SDM yang ada untuk menyesuaikan dalam rangka Blora Melesat itu.

Tampaknya Dinkominfo akan menjadi titik tolak beban dalam rangka Blora Melesat. Karena dalam rangka menyikapi zaman yang serba digital, termasuk Dinkominfo harus segera mewujudkan Command Center sebagai pusat kendali pemerintahan secara digital.

Sekali lagi Blora harus optimis dan harus memasang target next Blora akan becoming the Second Sumedang in Indonesia. Semoga. *)

banner 400x300

No More Posts Available.

No more pages to load.