Angin Ribut Robohkan Sejumlah Rumah Warga di Blora Selatan

oleh -74 views
RATA TANAH : Sebuah rumah milik warga di Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban rata dengan tanah disapu angin puting beliung, Senin (9/11/2020) malam sekitar pukul 18.15 WIB. Dalam peristiwa itu puluhan rumah di wilayah Kecamatan Kedungtuban dan Randublatung juga porak poranda.
judul gambar
  • Juga Porakporandakan Genteng

” ANGIN puting Beliung ancam Blora Selatan (Jati, Randublatung dan
Kedungtuban). Senin (9/11/2020) malam, sekitar pukul 18.15 WIB, hujan deras yang disertai angin ribut robohkan sejumlah rumah di wilayah Kecamatan Randublatung dan Kedungtuban.

Empat hari sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Jati, tepatnya di Desa Bangkleyan angin ribut juga mengamuk, robohkan sejumlah rumah dan porak porandakan genteng puluhan rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kerugian material yang ditimbulkan cukup besar…

BLORA, topdetiknews.com – Belakangan ini angin puting Beliung ancam Blora Selatan (Jati, Randublatung dan Kedungtuban). Senin (9/11/2020) malam, sekitar pukul 18.15 WIB, hujan deras yang disertai angin ribut robohkan sejumlah rumah di wilayah Kecamatan Randublatung dan Kedungtuban.

Empat hari sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Jati, tepatnya di Desa Bangkleyan angin ribut juga mengamuk, robohkan sejumlah rumah dan porak porandakan genteng puluhan rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kerugian material yang ditimbulkan cukup besar.

Angin ribut yang terjadi di wilayah Kecamatan Kedungtuban Senin (9/11/2020) malam, telah mengakibatkan dua rumah roboh. Masing-masing milik Sumijan (50) di Dusun Klampok, Desa Tanjung. Yakni, rumah utama roboh dan tidak bisa ditempati. Untuk sementara Sumijan mengungsi ke rumah kerabat.

Satu lagi rumah mlik Sadimin(46) yang berada di RT 06/ RW 04, Dusun Klampok, Desa Tanjung juga roboh. DIketahui, garasi roboh, dinding rumah samping jebol, rumah samping roboh. Sementara itu, atap rumah dan genting rusak.

Untuk rumah warga di Desa Tanjung yang gentengnya porak poranda,
masing-masing milik Ny. Sari (47), Dasar (42), Wajib (55), Karnadi (41), Pahing (59), Wiro Darman (70), Agus (30), Jasim (45), Ramijo (43).

Baca Juga :  Waspada Dini Virus Corona, Pemkab Blora Tunda Kejuaraan Road Race 2020

Di Randublatung

Di wilayah Kecamatan Randublatung, angin kencang juga robohkan dan porak porandakan sejumlah rumah warga di Desa Kutukan. Yakni, rumah utama milik Bunagung (32) roboh, dan pemiliknya mengungsi ke rumah kerabat
.
”Robohnya rumah Bunagung sempat melukai Kurnia Dewi Saputri dan Gladys (3) istri dan anaknya,” jelas Agung, petugas dari BPBD Blora, Selasa (10/11/2020). Keduanya mengalami luka memar di kepala akibat tertimpa kayu dan saat ini masih melakukan perawatan.

Selain itu, lanjutnya, rumah utama Sarwito ( 50 ) di Desa Ketukan juga roboh akibat diterjang angin. Hal serupa juga dialami Jupri (75), dimana rumah belakang sebagai dapur dan kandang ternak roboh. ”Untuk rumah utama sebagian besar atap dan genting rusak,” jelas Agung.

Masih di wilayah Desa Kutukan, akibat angin kencang itu memporak porandakan rumah warga. Diantaranya milik Mbah Sari (70), Sunardi (40), Sarimin (44), Sutowo (42), Lapar (55), Mbah Salam (60), Mbah Bakoh (65), Parno (55), Sariyo (54), Supiah ( 60 ), Pasiman (45), Mbah Raji (70).

Selain itu, lanjut Agung, sejumlah rumah yang mengalami kerusakan termasuk rumah Kusno (37), Jami (48), Surat (50), Sunoto (42), Niti (54), Sriyati (45), Mbah Rasio (82), Gayus (58). ” Dan masih banyak rumah warga lainnya yang gentengnya berantakan,” papar Agung.

Kepala BPBD Blora, Hadi Praseno ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, bahwa terkait menghadapi berbagai bencana di musim penghujan, pihaknya sudah menyiapkan personil untuk gerak cepat. Disamping itu untuk peralatan juga sudah dicek dan siap sewaktu-waktu dibutuhkan.

”Untuk rakor lintas sektoral dengan dinas terkait juga sudah kami lakukan dan direncanakan Rabu (11/11/2020) kami akan menggelar apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan untuk menghadapi bencana musim penghujan,” tandas Hadi Praseno.*)

Penulis : Muji
Editor : Daryanto