3 Tenaga Medis RSU Cepu Positif Rapid Test

oleh -231 views
VIDEO CALL : Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman MSi saat meninjau tiga anggota medis RSU Cepu yang menjalani isolasi di Hotel Grand Mega Cepu, menyempatkan video call dengan salah satu tenaga medis. || Foto : topdetiknews.com/Muji)

” GRAND Mega, Cepu, Blora oleh Pemkab setempat dijadikan tempat isolasi bagi tenaga medis yang perlu melakukan isolasi mandiri. Saat ini, telah dimanfaatkan untuk melakukan isolasi 3 tenaga medis dari RSU Cepu yang hasil rapid test-nya positif. ”

CEPU, topdetiknews.com – Diduga terlibat penanganan seorang pasien yang positif Covid -19, 3 tenaga medis RSU Cepu positif hasil rapid test. Langkah sigap diambil oleh Pemkab dan RSUD setempat, ketiganya langsung menjalani isolasi mandiri di Hotel Hotel Grand Mega, Cepu.

Diketahui, Grand Mega Cepu memang oleh Pemkab dijadikan tempat isolasi bagi tenaga medis yang perlu melakukan isolasi. Saat ini, telah dimanfaatkan untuk melakukan isolasi tenaga medis dari RSU Cepu tersebut.

Kepala Dinkes Blora, Lilik Hernanto, SKM MKes, membenarkan jika ada 3 tenaga medis RSU Cepu yang positif rapid test tersebut. ”Ya, baru rapid test lo, belum swab PCR,” jelasnya.

Terpisah, Direktur RSU Cepu, dokter Fatkhur Rokhim ketika dihubungi juga membenarkan hal itu. ”Ya memang hasil rapid test-nya reaktif. Sudah melakukan isolasi mandiri di hotel ” bebernya.

Sebagaimana diketahui, untuk memberi apresiasi manajemen Hotel Grand Mega, Cepu yang dijadikan tempat isolasi bagi tenaga medis, sekaligus memberikan semangat kepada beberapa tenaga medis yang menjalani isolasi di tempat tersebut, Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman M.Si menyempatkan diri untuk kunjungi hotel tersebut, Rabu (06/05/2020).

Arief mengucapkan terimakasih kepada manajemen hotel yang telah bersedia menjadikan kamar- kamar tamu sebagai tempat isolasi tenaga medis.

”Kami mewakili Pak Bupati dan atas nama Pemkab Blora mengucapkan terimakasih kepada manajemen Grand Mega Resort and Spa Hotel. Setelah kita cek tadi ternyata ada banyak kamar yang siap digunakan untuk isolasi para tenaga medis kita. Ada 21 kamar yang siap, dan kemungkinan masih bisa ditambah 18 lagi,” jelas Wakil Bupati.

Baca Juga :  Lagi, Tersengat Listrik Jebakan Tikus Seorang Petani di Kedungtuban Tewas

Menurutnya, dalam proses isolasi di hotel tersebut nanti masing-masing tenaga medis akan menempati satu kamar. Sehingga tidak ada yang diisi dua orang dalam satu ruangan. *)

Penulis : Muji
Editor : Daryanto