17 Kerbau Yang Terpendam Lumpur dan Gas Beracun di Wisata Geologi Kesongo Tidak Diketahui Rimbanya

oleh -
SPANDUK LARANGAN : Sejumlah anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora memasang spanduk larangan mendekat di lokasi semburan lumpur di wisata Geologi Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora, Jumat (27/08/2020) kemarin.

Penulis : Muji
Editor : Daryanto

” SEBANYAK 17 kerbau milik wargs yang terpendam lumpur di kejadian mengerikan di lokasi wisata Geologi Kesongo, ikut Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora, Kamis (27/08/2020) lalu, tidak diketahui rimbanya….

BLORA, topdetiknews.com – Sebanyak 17 kerbau yang terpendam lumpur di kejadian mengerikan di lokasi wisata Geologi Kesongo, ikut Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora, Kamis (27/08/2020) lalu, tidak diketahui rimbanya.

Menurut Imam ( 35), salah satu anggota BPD Desa Gabusan, mengungkapkan, hingga saat ini Jumat (28/08/2020), sudah tidak ada lagi semburan lagi. Untuk nasib 17 kerbau yang ikut terpendam saat kejadian semburan juga tidak diketahui rimbanya.

”Ya tidak diketahui rimbanya, hilang. Tampaknya warga sudah mengikhlaskan kerbau-kerbau yang hilang itu,” jelas Imam ketika dihubungi Jumat (28/08/2020).

Diberitakan sebelumnya, kejadian mengerikan terjadi di lokasi wisata Geologi Kesongo, ikut Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora, Kamis (27/08/2020). Yakni sehari tanah di lokasi itu tiga kali semburkan lumpur bercampur gas beracun.

Semburan lumpur kali pertama terjadi pukul 05.00 WIB, disusul dua kali pada sing hari itu. Dalam peristiwa itu 18 ekor kerbau (bukan 19 ekor -Red) yang ada di sekitar lokasi semburan ikut terkubur. Seekor diantaranya sudah berhasil ditemukan dalam kondisi hidup, sementara yang 17 ekor lainnya masih dalam pencairan.

Baca Juga :  7 Kecamatan di Blora Zona Merah

Menurut Imam (37), setelah dirinya cek ke lokasi dan menurut penuturan warga, ada 18 ekor kerbau yang terkubur dalam peristiwa itu. ”Saya sudah kroscek, memang ada 18 ekor kerbau yang ikut terkubur dalam semburan lumpur di Kesongo itu. Namun seekor diantaranya sudah berhasil ditemukan dalam kondisi hidup. Untuk yang 17 kerbau lainnya hingga Jumat (28/08/2020) tidak ditemukan dan oleh warga telah diikhlaskan.

No More Posts Available.

No more pages to load.